RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Contoh RPP PKn SD

 

Unit Kerja

:

SDN Pungging Kabupaten Pasuruan

Mata Pelajaran

:

Pendidikan Kwarganegaraan

Kelas

:

V (lima)

Waktu

:

2 x 35 menit (1 x pertemuan)

Pertemuan

:

Kedua

 

1. Standar Kompetensi :

1. Memahami pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 

2. Kompetensi Dasar.

1.2 Menunjukkan contoh-contoh prilaku dalam menjaga Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 

3. Indikator.

3.1 Mengidentifikasi hak-hak yang diakui sebagai hak asasi manusia.

3.2 Menunjukkan contoh-contoh perilaku yang mencerminkan sikap dalam menjaga keutuhan NKRI.

 

4. Pengembangan Indikator

4.1 Siswa mengetahui hak-hak yang diakui sebagai Hak Asasi Manusia.

4.2 Siswa menunjukkan contoh-contoh perilaku yang mencerminkan sikap dalam menjaga keutuhan NKRI.

4.3 Mengetahui hak yang diakui sebagai HAM dalam menjaga keutuhan NKRI.

 

5. Hasil Belajar.

5.1 Menerapkan perilaku yang mencerminkan sikap dalam menjaga keutuhan NKRI.

5.2 Mengetahui hak-hak yang diakui sebagai HAM.

 

6. Pendekatan dan metode pembelajaran

1. Pendekatan konstektual

2. Pendekatan kooperatif learning

3. Tanya jawab

4. penugasan

 

 

7. Langkah-Langkah Pembelajaran.

6.1 Kegiatan Awal.

a. Sebagai kegiatan Apersepsi guru bertanya kepada siswa tentang hal-hal yang terkait pembelajaran misalnya :

- Setiap manusia hidup di dunia mempunyai hak-hak untuk mempertahankan hidupnya. Hak apa saja yang dibutuhkan manusia dalam hidupnya.

- Pernahkah anak-anak mendengar kepanjangan HAM?

 

6.2 Kegiatan Inti.

a. Guru mengaitkan jawaban siswa dengan materi pembelajaran sekaligus memberi penjelasan singkat tentang contoh-contoh perilaku yang mencerminkan sikap dalam menjaga keutuhan NKRI yang berkaitan dengan HAM.

b. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, tiap kelompok terdiri dari 3 – 4 orang.

c. Tiap kelompok diberi lembar kegiatan siswa.

d. Dengan bimbingan guru siswa berdiskusi kelompok, menyelesaikan lembar kegiatan siswa.

e. Tiap kelompok melaporkan hasil diskusinya dan ditanggapi siswa yang lain dalam diskusi klasikal.

f. Dengan bimbingan guru siswa membahas hasil diskusi.

g. Secara individu siswa menyelesaikan soal-soal evaluasi.

h. Sebagai respon guru membacakan dua atau tiga hasil pekerjaan siswa sambil diadakan perbaikan.

 

6.3 Kegiatan Akhir.

a. Menyimpulkan hasil diskusi.

b. Tindak Lanjut.

 

 

7. Alat Bahan dan Sumber.

7.1. Alat.

- Gambar budaya antri, saling menghormati, pelanggaran lalu lintas.

 

7.2. Bahan.

a. Materi tentang contoh-contoh perilaku yang mencerminkan sikap dalam menjaga keutuhan NKRI, yang berkaitan dengan sejarah HAM dan UUD 1945.

b. Lembar kerja siswa untuk diskusi kelompok.

7.3 Sumber.

a. KTSP 2006

b. HAM penerbit Universitas Terbuka.

c. PKn SD kelas V, Departemen Pendidikan Nasional.

 

8. Penilaian.

8.1. Penilaian proses dilaksanakan pada saat siswa berdiskusi kelompok melaporkan hasil diskusi dan dalam diskusi klasikal.

8.2. Penilaian hasil diperoleh dari diskusi kelompok dan jawaban siswa secara individu.

8.3. Soal evaluasi :

Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar!

1. Apakah yang dimaksud dengan hak asasi manusia (HAM)?

2. Sebutkan hak-hak yang diakui sebagai hak asasi manusia?

 

9. Lembar Kegiatan Siswa.

Kerjakan soal di bawah ini dengan diskusi kelompok!

Berilah contoh-contoh prilaku yang menunjukkan sikap dalam menjaga keutuhan NKRI !

 

10. Lampiran Materi

SEJARAH PERKEMBANGAN HAK ASASI MANUSIA

Hak asasi manusia adalah hak yang melekat pada manusia secara kodrati. Pengakuan hak asasi manusia lahir dari keyakinan dari keyakinan bahwa semua umat manusia dilahirkan bebas dan memiliki martabat dan hak-hak yang sama. Umat manusia pun dikaruniai akal dan hati nurani, sehingga harus memperlakukan satu sama lain secara baik dan beradab dalam suasana persaudaraan.

Sejumlah hak yang diakui sebagai hak asasi manusia antara lain: hak atas hidup, kebebasan dan keamanan. Hak-hak tadi dimiliki oleh setiap orang. Tanpa memandang perbedaan ras, warna kulit, jenis kelamin, agama, bahasa, pendapat politik, asal kebangsaan atau sosial, harta, kelahiran, atau latar belakang lainnya.

 

Bagaimana Cara Menjaga Keutuhan Indonesia?

Pada masa penjajahan, para pahlawan membela dan menjaga keutuhan Indonesia dengan berjuang. Cara berjuangnya bermacam-macam. Ada yang maju berlaga di medan pertempuran. Ada pula yang berjuang lewat pergerakan. Mereka berjuang dengan pikiran, tulisan-tulisan, dan ilmu pengetahuan. Pada masa perjuangan kemerdekaan, dua cara memperjuangkan kemerdekaan Indonesia ini sama-sama tinggi nilainya. Saat ini Indonesia tidak lagi dijajah oleh bangsa asing. Oleh karena itu, kita tidak perlu lagi berperang melawan para penjajah. Meski demikian, tugas kita tidak lebih ringan. Sebab, menjaga kemerdekaan justru lebih berat daripada merebutnya. Bukan penjajah yang akan mengancam keutuhan negara kita. Namun, sangat mungkin diri kita sendiri, putra-putri Indonesia ini. Mungkinkah itu? Sangat mungkin, jika kita tidak berlaku sebagaimana mestinya sebagai bangsa Indonesia. Jika kita salah mengurus negara ini, tidak mustahil kitalah sendiri yang akan menghancurkan negara tercinta ini. Berikut adalah cara-cara yang dapat kita lakukan untuk menjaga keutuhan NKRI.

 

a. Menjaga wilayah dan kekayaan tanah air Indonesia

Dulu para pahlawan berperang dan berunding dengan penjajah. Mereka berunding untuk menentukan batas-batas wilayah Indonesia. Hasilnya adalah wilayah Indonesia seperti tergambar pada peta Indonesia saat ini. Wilayah itu tentu tidak hanya berupa wilayah semata, namun meliputi semua kekayaan yang ada di dalamnya. Misalnya penduduk, tumbuh-tumbuhan, hewan, serta kekayaan mineral seperti minyak bumi, emas, batu bara, dan lain-lain.

Wilayah dan segenap kekayaan haruslah kita pertahankan dan kita jaga. Sebab di situlah letak kedaulatan Negara kita. Kita tidak boleh membiarkannya diambil atau dirampas bangsa asing atau orang perorangan. Tugas menjaga semua ini memang diserahkan kepada Negara. Namun sebagai warga Negara, kita juga harus turut menjaganya.

 

b. Saling menghormati perbedaan

Indonesia berdiri di atas perbedaan. Perbedaan tersebut meliputi agama, suku, adat istiadat, bahasa daerah dan warna kulit. Semua perbedaan itulah yang jalin-menjalin membangun Indonesia seutuhnya. Agar keutuhan Indonesia tetap terjaga, kita harus menganggap perbedaan itu sebagai anugerah. Kita harus mensyukuri perbedaan yang ada. Cara menjaga perbedaan-perbedaan itu dengan saling menghormati teman yang berbeda agama suku, adat istiadat, bahasa daerah dan warna kulit. Dengan demikian , kita turut menjaga keutuhan negara Indonesia.

 

c. Mempertahankan kesamaan dan kebersamaan

Bangsa Indonesia memiliki banyak perbedaan. Akan tetapi, bangsa Indonesia juga memiliki banyak persamaan. Dalam naskah Sumpah Pemuda, kita telah mengikrarkan bahwa kita adalah satu bangsa, bangsa Indonesia. Kita mengakui bahwa kita satu tumpah darah, tumpah darah Indonesia. Kita juga mengakui bahwa kita menjunjung tinggi bahasa persatuan, yaitu bahasa Indonesia. Itulah tiga persamaan pokok yang dimiliki bangsa Indonesia. Selain itu, kita juga memiliki Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Sang Saka Merah Putih. Semua itu adalah lambang pemersatu bangsa. Agar keutuhan Indonesia terjaga, kesamaan tersebut haruslah tetap dijaga dan dipertahankan. Persamaan tersebut semestinya dipertahankan oleh seluruh bangsa Indonesia. Oleh karena itu, kebersamaan antara sesama bangsa Indonesia haruslah terus dilestarikan.

 

d. Menaati peraturan

Salah satu cara menjaga keutuhan Indonesia adalah dengan menaati peraturan. Mengapa demikian? Peraturan dibuat untuk mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara. Tujuannya agar Indonesia menjadi lebih baik. Melalui peraturan, Indonesia akan selamat dari kekacauan.

Taat kepada undang-undang dan peraturan berlaku bagi seluruh rakyat Indonesia. Peraturan berlaku baik untuk presiden maupun rakyat biasa, baik tua maupun muda, baik yang kaya maupun yang miskin, baik laki-laki maupun perempuan.

Presiden juga harus manaati undang-undang dalam mengatur Negara. Presiden menaati undang-undang agar dapat melayani rakyat sebaik mungkin. Rakyat harus membantu pelaksanaan program yang dicanangkan pemerintah. Para wajib pajak harus membayar pajak. Para guru harus menaati undang-undang dengan bersungguh-sungguh mendidik murid-muridnya. Sebaliknya, murid-murid menaati tata tertib sekolah agar menjadi murid yang baik. Dengan menaati peraturan, keberhasilan dalam belajar pun bias diraih. Jika semuanya bertindak sesuai dengan undang-undang, niscaya Indonesia akan jaya untuk selama-lamanya.

 

RPP ini dibuat untuk memenuhi salah tugas Mata Kuliah Pengembangan Pembelajaran PKn SD di S1 PGSD Universitas Negeri Malang Program Kerjasama dengan Pemkab. Pasuruan Tahun 2009.

 

Oleh : ABDUL AZIS, dkk.